Arti karakter Fu 福 terbalik

12 Oct

Karakter Fu : 

Di China, huruf Fu ( ) itu berarti berkat, namun mengapa harus ditempel secara terbalik? Apakah karena orang dulu telah salah menempel lalu dipandang sebagai sesuatu yang bermakna sehingga sampai sekarang orang menempelkan huruf Fu secara terbalik? Atau adakah makna di balik karakter Fu yang di tempel terbalik?

Pada zaman dahulu, khususnya zaman Dinasti Ming, ada seorang tukang kayu yang sangat ternama. Ia pandai membangun rumah, tata letak rumah, dan ia juga suka mengukir motif bunga yang indah di sebuah kayu atau batang pohon. Konon ukiran atau lukisan hasil karyanya mirip seperti aslinya. Karena keahliannya yang luar biasa dalam membangun, mengukir, dan melukis, orang pada zaman itu menjulukinya dengan sebutan “Tai Shan”.

Tai Shan adalah nama sebuah gunung di Provinsi Shan Dong. Maksud mereka, rumah yang dibangun oleh “Tai Shan” akan sekokoh Gunung Tai. Karena itu barangsiapa bisa memakai Tai Shan untuk membangun sebuah rumah yang lengkap dengan segala ukiran dan lukisannya, akan disebut beruntung. Bahkan, orang-orang dari seluruh penjuru negeri akan berbondong-bondong melihat rumah itu dan mengaguminya, sehingga si pemilik rumah bertamah banggaa.

Dan biasanya, jika Tai Shan sudah bersedia membangun rumah yang indah untuk seseorang, maka orang itu akan menjamu Tai Shan dengan minuman anggur yang baik dan makanan yang lezat.
Maksud mereka adalah supaya Tai Shan dan semua muridnya bisa lebih semangat membangun rumah mereka.  Suatu hari, ada seorang pedagang kaya yang berniat mengundang Tai Shan dan para muridnya membangun rumah baginya. Sungguh susah mengundang Tai Shan, ia harus mengantre lama dan bernegosiasi alot untuk dapat mengundangnya. Setelah Tai Shan setuju, pedagang itu sangat senang. Dan ia terkagum-kagum saat menyaksikan rumahnya selesai dibangun.

“Sungguh seni tata ruang dan desain interior yang luar biasa,” demikian ia mengaguminya. Belum lagi karya ukiran indah dengan nilai seni yang sangat tinggi menghiasi berbagai sudut rumah. Lukisan yang seindah warna aslinya menambah elok rumah tersebut.  “Saya sudah pergi ke berbagai penjuru negeri, tetapi belum pernah melihat rumah sekokoh dan seindah ini.” Demikian si pemilik rumah berkata kepada rekan bisnis dan orang di sekitarnya. Kabar ini tersiar luas sehingga para tetangga dan orang dari berbagai daerah datang ke daerah itu hanya untuk membuktikan bahwa rumah kokoh dan indah serta menjadi bahan pembicaraan masyarakat itu bukanlah isapan jempol belaka.

Umumnya orang terkagum-kagum dan menghabiskan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari hanya untuk melihat setiap sudut rumah sang pedagang. Karena rumahnya menjadi terkenal, pedagang kaya itu bangga sekali. Untuk menyatakan kepuasan atas rumahnya, ia mengadakan hajatan sebagai pengucapan syukur. Ia bukan hanya mengundang kerabat, rekan bisnis, dan tetangganya, tetapi juga mengundang semua orang yang pernah datang untuk mengagumi rumahnya.  Beberapa ekor ternak disembelih dan itu adalah pesta terbesar yang pernah ada di daerah tersebut.

Karena sang pedagang kaya tahu bahwa Tai Shan dan para muridnya suka jeroan, seperti hati, limpah, rempelo, usus, paru, jantung, maka ia pun menyuruh orang untuk menyimpan semua jeroan hanya untuk Tai Shan dan para muridnya. Dan supaya lebih enak, semua jeroan itu direndam di dalam minyak yang paling enak dan mahal saat itu, lalu di goreng, dan setelah itu dibungkus rapi dalam kemasan yang baik. Ini dimaksudkan agar Tai Shan dan para muridnya dalam perjalanan pulang ke kampung mereka masih bisa menyantap makanan kesukaannya.
Namun, Tai Shan waktu itu salah mengerti maksud sang pedagang kaya. ketika mereka tiba di tempat pesta, mereka melihat bahwa semua tamu sudah menyantap makanan sehingga tersisa sedikit dan tidak ada sisa jeroan sama sekali.

Tai Shan berpikir bahwa si pedagang sungguh tidak menghargainya karena tidak menyisihkan makanan kesukaannya. Tai Shan  panas hati dan berniat memberi pelajaran pada pemilik rumah. Pada larut malam setelah semua orang tidur, aksesori dalam rumah dirusaknya, bahkan dia merusak beberapa aksesori penting. Tai Shan percaya bila aksesori rumah dirusak, maka itu akan memengaruhi bisnis seseorang.
Pada dini hari keesokan harinya, setelah selesai sarapan, mereka segera meniggalkan rumah pedagang kaya itu dengan sikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Ketika berpamitan, sang pedagang menitipkan bingkisan yang lumayan besar kepada para muridnya.  Namun karena Tai Shan masih memendam amarah, ia tidak peduli terhadap bingkisan yang dibawahnya. Pikirannya hanyalah sesegera mungkin meninggalkan rumah, karena sebagian tamu belum pulang, tidak mungkin pemilik rumah menuduh Tai Shan merusak barangnya. Tai Shan mengomel sepanjang jalan.
Ketika hari sudah siang adn mereka sudah menempuh perjalanan yang jauh, seorang muridnya memohon untuk istirahat dan mencari makanan. Betapa terkejutnya Tai Shan ketika para muridnya membuka bingkisan yang diberikan kepada mereka. Ternyata jeroan yang diinginkannya semua ada dalam bungkusan itu.

“Demikian banyaknya, jangan-jangan semua jeroan hanya disimpan untuk saya,” ujar Tai Shan bergumam.
Tai Shan pun menyadari bahwa dia telah bersalah pada pedagang itu. Hatinya tidak tenang. Akhirnya ia menulis beberapa huruf Fu ( 福 ) dan memerintahkan kepada muridnya untuk segera berlari dan menempelkan beberapa huruf Fu  ( 福 ) itu secara terbalik di semua pintu rumah pedagan itu sambil berteriak, “Fu Dao le!”
“Ajaklah sebanyak mungkin orang untuk bersama-sama berseru Fu Dao le. Hanya dengan demikian kutukan dan kesialan yang dirancang oleh Tai Shan bisa dipatahkan, dan sebaliknya berkat akan melimpah pada pedagang itu,” pesan Tai Shan.

Ketika para murid Tai Shan tiba di rumah pedagang itu, terlihat bahwa sang pedagang bersiap untuk memulai bisnisnya. Maka para murid sesegera mungkin menempelkan Fu Dao sambil berseru mengajak orang lain untuk berteriak “Fu Dao”. Orang-orang pun heran dan bertanya, “Bukankah yang kalian tempel itu Fu Dao” (berkat terbalik) Dan para murid Tai Shan pun menjawab, “Ya, tetapi persamaan bunyi dari huruf ini adalah Fu Dao (berkat sampai melimpah). Hanya dengan demikian berkat itu akan melimpah dan keberuntungan akan mengalir kepada pedagang itu.

Beberapa waktu berselang, pedagang kaya itu bertambah makmur dan kaya raya. Oleh karena itu, orang yang hadir pada saat itu, mulai menempelkan huruf Fu Dao dipintu mereka dengan harapan berkat akan sampai dan melimpah dalam kehidupan mereka sperti yang dialami oleh pedagang tersebut. Dan dewasa ini hampir di setiap toko, pusat penjualan, bahkan di pintu rumah tinggal orang menempelkan huruf Fu Dao (dao berarti terbalik) agar Fu (berkat) benar-benar Dao (sampai).
–end–

hak cipta penuh pada buku 101 Kisah Bermakna dari Negeri China
Jika ingin meng-copy ke web/blog, hendaknya mencantumkan sumbernya.
Ditulis Ulang oleh : Jefriyanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: